riang
tiada ragu aku padamu
walau letih dan lesu tungkaiku
dan sepanjang jalan membentang
jarak ini menjauhkan
tidak bersua sekian lama
kita masih bersahabat saja
ketika bimbang dan air mata tertuang
kuketikkan cerita
sebait kata seadanya
untuk kita bertegur sapa
engkau yang ada di sana
setahun hanya sempat sekali bertemu muka
tapi di ujung jalan ini
terdapat kasih tulus dari hati
kita masih seperti dulu
jarang bicara
tapi hati ini tahu
ke mana harus pergi ketika sendu
sahabatku yang jauh
engkau masih seperti pertama kita bertemu

(sebuah sajak untuk temanku... Ferry Huang a.k.a skeeter... Thanks ya udah jadi temennya hime^^. Ini janji tulisan, akhirnya aku buat juga. Walopun jelek,,,maaf yaaa...)
No comments:
Post a Comment